Artikel

PDAM Tirta Perwitasari Alami Lompatan Bisnis

    Dibaca 17 kali

Jakarta, TopBusiness – Efisiensi proses produksi, penambahan jumlah pelanggan, dan upaya keras menekan tingkat kebocoran air  atau Non Revenue Water (NRW), berdampak signifikan terhadap capaian kinerja usaha PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Selama empat tahun terakhir, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini konsisten memperoleh predikat kinerja “Sehat”, bahkan bisa mengalami lompatan bisnis  dengan perolehan laba dan kontribusi bagi PAD  yang juga terus meningkat .

Semula pendapatan maupun laba yang diperoleh dari tahun 2013 sampai dengan 2015 selalu berbanding lurus dengan besaran biaya operasi, sehingga nilai indikator Return of Equity (ROE) dan rasio operasi dari tahun 2013 sampai dengan 2015 cenderung tetap.

Permasalah yang dihadapi dalam upaya meningkatan indikator rasio ROE dan indikator rasio operasi di PDAM Tirta Perwitasari ketika itu adalah sulitnya meningkatkan pendapatan karena peningkatan pelanggan kecil. Hal ini juga dikarenakan kesulitan meningkatkan produksi sumber air baku, tarif air yang belum memadai, budaya kerja yang kurang optimal, serta tingkat NRW yang tinggi di atas 30%.

“Sejak saya masuk dan dipercaya menangani PDAM Tirta Perwitasari tahun 2015, permasalahan tersebut langsung saya jadikan prioritas untuk dibenahi. Dari sisi SDM, saya bangun budaya kerja dengan disiplin tinggi, kemudian kebocoran atau kehinggan air terus ditekan dengan melakukan pengawasan rutin dan berkala pada jaringan pipa distribusi. Air yang terselamatkan bisa dialihkan menambah pelanggan baru. Dalam setahun, bisa ditekan di bawah 30% dan terus kita perbaiki sampai saat ini.

Begitu juga produksi juga  bisa ditingkatkan dengan efisiensi dan optimalisasi. Alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama, upaya ini bisa meningkatkan performa usaha dengan kinerja keuangan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini,” ungkap  Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST saat wawancara penjurian “Top BUMD 2019”, yang berlangsung Kamis sore (28/3), di Mercantile Athletic Club, Gedung World Trade Centre (WTC) Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta.

Di hadapan tiga dewan juri, yang dipimpimpin Ben De Haan (Anggota Dewan Penasehat Majalah Top Business), Hermawan Wahyu Utomo juga mengungkapkan keberhasilan yang cukup membanggakan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Di antaranya peningkatan SDM dan budaya disiplin kerja, pelayanan pelanggan, keberhasilan menekan tingkat NRW, serta keuangan hingga bisa memberikan kontribusi bagi PAD Kabupaten Purworejo, selaku pemegang saham.

“Seiring dengan perolehan laba usaha yang terus meningkat, kontribusi untuk PAD juga meningkat. Tahun lalu, dari yang direncanakan sebesar Rp 1,4 miliar, justru kontribusi PAD dari kami bisa terealisasi lebih tinggi hingga Rp 1,7 miliar,” ujarnya.

Berdasarkan penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementeran PUPR, PDAM Tirta Perwitasari masuk kategori predikat “sehat” di mana penilaian manajemen, efisieni dan pengelolaan PDAM melampaui standar yang ditentukan Kementerian PUPR. Bahkan tahun lalu bisa mengalami lompatan, dimana PDAM Tirta Perwitasari Purworejo naik di urutan 61 dari 367 PDAM di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut mengalami peningkaan signfikan dibanding tahun 2017 yang saat itu menduduki peringkat 91 nasional. Penilaian mencakup 4 aspek, yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.

Hermawan mengaku bersyukur kerja keras tim yang dibangun selama ini mampu meningkatkan kinerja. Apalagi, peningkatan prestasi juga diikuti dengan melonjaknya profit.

Tercatat laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 1,2 miliar, tahun 2016 naik menjadi Rp 1,5 miliar, tahun  2017 Rp 2,6 miliar, dan tahun 2018 naik lagi menjadi Rp 3,1 miliar dari target semula Rp2,5 miliar.  Pelayanan juga bisa terus ditingkatkan. Di antaranya memanfaatkan teknologi informasi dan medsos, termasuk untuk layanan aduan atau keluhan pelanggan, sebingga bisa dilakukan penanganan cepat.

Untuk efektivitas penagihan, juga telah diterapkan billing system dengan memanfaatkan aplikasi teknologi, sehingga pelanggan bisa membayar secara online kapan dan darimanapun. Seperti melalui ATM bank, outlet ritel Indomaret dan lainnya. “Saat ini kita sudah memiliki sekitar 23.000 pelanggan di tujuh kecamatan. Tahun ini kita targetkan ada penambahan 5.000 pelanggan,”ujarnya.

Ajang penghargaan TOP BUMD 2019 kini memasuki tahap penilaian dan pendalaman tim juri melalui wawancara langsung. Kegiatan ini diselenggarakan  majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga penilai dan konsultan independen, antara lain Asia Business Research Center, Sinergi Daya Prima, Melani K. Harriman Associates,  dan lainnya.

Tahun ini  mengusung tema “BUMD Membangun Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan”.  Peserta TOP BUMD 2019 disaring dari lebih 1.900-an BUMD di seluruh Indonesia. Kemudian dilakukan diseleksi administratif dan survei hingga menjadi 200 BUMD Finalis. Dari Finalis tersebut, salah satunya PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada panita dan dewan Juri yang telah memilih kami sebagai salah peserta dia ajang rating perusahaan-perusahaan BUMD ini. Selama penjurian berlangsung banyak manfaat dan masukan yang kami dapat untuk kemajuan perusahaan ke depan,” tutup Hermawan Wahyu Utomo.

 

sumber : https://www.topbusiness.id/20552/pdam-tirta-perwitasari-alami-lompatan-bisnis.html